Studi ini juga membuktikan bahwa cerdas bawaan saja tak cukup untuk membuat anak pintar matematikan. Pada akhirnya, tekad dan keterampilan yang menentukan berhasil atau tidaknya anak dalam belajar matematika.
"Faktor penentu dari pertumbuhan prestasi tidak bergantung pada seberapa pintar anak Anda, tapi bagaimana cara memotivasi mereka untuk belajar," kata Kou Murayama, peneliti dari University of California, Los Angeles, seperti dilansir Health (19/12).
Studi, yang diterbitkan pada 20 Desember di jurnal Child Development, ini didasarkan pada data enam tahun dari studi jangka panjang di Jerman.
Dalam studi ini, para peneliti menilai kemampuan matematika pada sekitar 3.500 siswa di kelas 5 sampai 10. Pada setiap tingkat kelas, siswa diberi tes matematika menjelang akhir tahun ajaran.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar